Feed on
Posts
comments

Abis chat sama sobatku Nina tentang bagaimana menulis yg bagus (nanya kok ke daku, ga salah dikau nin ? :) Akhirnya aku baru inget pernah punya situs puisi yg lamaaaaaaa banget aku bikinnya (1998), maksudnya buat nunjukin ke dia bahwa jika memang awalnya hasil karyanya itu kurang bagus, itu wajar..toh semua ada proses belajarnya. Kemudian iseng-iseng aku cari situsku itu, aku searach namaku di google (amit amit..niat bgt hehehe..) dan….. Gotcha !

Berikut ini puisi-puisi jadulku di situs itu, jangan heran ya kalo masih hehehe….naif banget.. :)

Di Sudut Malioboro

Terayun lemah langkah meniti petak-petak trotoar
Bergelayut malam benderang lampu-lampu kota
Beriring roda-roda hidup, meraung dan melesat
Memburu waktu, mencari tahu…

Ada disana, bagian lain sisi benderang
si Bocah menatap tegak sang rembulan
yang tak nampak oleh kilatan warna warni
warna warni dunia disekeliling si Bocah…

Ia berujar…
Wahai sang dewi malam…kenapa kau cepat
kembali ke peraduan ??
Sedangkan jiwa masih gelisah, dan rindu belum lah sudah
Sedangkan keringat masih basah, dan asa tak jua tumpah.
Sang dewi terdiam….

si Bocah terengah…membanting kaki menguras resah…
Bersama Kang Parto si tukang becak, Mas Parman sang seniman,
dan Widodo si pengamen jalanan….sang bocah melangkah.

Kaki-kaki kecil…menatap jejak kedepan…
dan terlelap..
di sudut Malioboro yang indah…

Yogyakarta, Agustus 1998

A years..

Rintik hujan telah usai berberapa menit yang lalu…
Diterpa angin sampai tercium bau tanah yang masih basah
Hingga tersisa jengkerik, bersendawa bersama malam
Mengikuti ritme hidup, menerjang waktu penuh liku.

Termenung diriku bersama masa lalu….
Beberapa musim yang telah lewat, dikala kau ketuk pintu hati yang resah
Resah oleh hidup, oleh cinta, oleh mimpi dan kenyataan
Yang seringkali tak mampu membuka jiwaku waktu itu….

Kukatakan kepadamu, saat ini kuingin bercerita cinta…
Lewat angan-angan, lewat mimpi-mimpi, lewat pesona yang kupahatkan penuh rasa.
Kepada sang rembulan waktu itu, kutitipkan hatiku kepadamu…

Musim tlah berganti, kasih sayang tak luntur oleh gerimis mataku…
Kesetiaan tak kikis oleh bergam tanya dibenakku
Tak pandang usia, tak peduli jarak, tak pikirkan bentuk namun tak sampai membutakanku.
Hanya karena telah kutaburkan segenap perasaan…lewat angin malam
yang senantiasa keras menerpaku….

Sungguh…angan-angan terkadang terlalu berat dipundakku…
Tuk sekedar menatap matamu, membelai senyummu, dan mengecup hatimu
Sampai saat kudekatkan jarak dan kaucampakkan aku
Bersama gerahnya kehidupan dikotamu…

Aku berjalan,,,masih meniti trotoar hari-hariku…
Tak henti mencari tahu…sebuah tanya yang tak pernah terjawwab tuntas…
Mengapa ?
Kutunggu uraian..berkawan airmata dan kepedihan…

Kini setahun sudah…
Sampai agustus kembali menjemputku
Kubuka lembar demi lembar memoriku
Hingga kepucuk harianku…terbersit jelas sebuah tanya….
Haruskah kututup bilik-bilik dihatiku ?
Meski sesungguhnya…aku sungguh-sungguh mencintaimu….

Yogyakarta 1 Agustus 1998

Tembok Putih Suatu Kota

Mas…
Aku datang kekota,
(Lewati kotak-kotak peradaban disekelilingnya)

Mas…
Kutatap sebuah warna,
(Bersama coretan-coretan asa manusia)

Mas…
Tembok putih suatu kota,
(Sedangkan biru sudah mati, merah makin membara dan hitam merajalela)

Mas…
Kapan kau pulang ?
(Dirumah si Budi menangis, dan air susu belum jua tertuang)

Yogyakarta, Agustus 1998

——-

Nyamuk (Gardu Jaga)

Dingin angin malam menyusup jeruji jendela..
Tanpa bintang, tanpa bulan, tanpa awan…
Hanya saja semerbak bau sang cendawan
Tumbuh diantara hari yg pengab serta basah..

Terngiang di telinga si kecil menebar pesona
Pesona amarah karena tak kunjung sudah
Secarik keinginan menawar nafsu
Menggigit, menghasut, dan menjilat

Sang peronda jengah
Lelah menatap langit yg tak juga memerah
Selimut malam ditarik dan terlelap
si kecil mencubit dan tertawa berdesah…
Ahhhh….


—————

Camar Laut

Kusapa semburat ungu sore hari
bercampur emas tua di kening senja
sesaat setelah kuterpana menatap gelombang air
beralunan berdebur menepi dan menjauh kembali

Woi..menukik tajam terkuncup sayap
tersentuh riak menyahutnya pelan
Melambai-lambai mengepakkan harapan
menuju bulat tembaga yg semakin padam…

Bersama awan ia keliling senja
pesona tertancap hati merona
oleh kesendirian bertaut nuansa
dan cakrawala-pun mencipta memori surga

Tertancap jelas terasa didalam dada
Dalil hidup, hakikat diri serta fenomena
Menjalin untaian benang tiada tara
Hingga terwujud, sutera hidup dan rasa bahagia

Tak ada sebuah kata…
ketika langit-pun pulang dan malam menjelang
Hanya menorehkan garis panjang yang terbentang
Seperti camar, menukik, mengepak dan mengelilingi senja…

——

Hmmm…. abis baca2 puisi lamaku, kadang malah merasa suprise juga, dulu masih bisa nulis tentang hal-hal lain selain cinta, beda sama sekarang…cintaaa muluuuww… hehehe…. Ahh sudahlah, no big deal mo ngomongin apa juga. Karena hakikat menulis adalah menyampaikan apa yg dirasakan, apa yg dipikirkan.

Honestly, i step backward. Jarang banget nulis sekarang. Ide seperti mati begitu saja, banyak yang dipikirin.. toh memang semakin dewasa semakin tinggi tanggung jawab seseorang bukan ?

And now im just hoping that i will gonna find the light soon…

Greatly thanks to www.fortunecity.com who still keep my web online even i already abandoned it for such a loooonggggg looonggg time.

Shortest one

kutancap angan dipesisir awan
kugelandang pulang tiap bayang hadirmu diangan

semalam..
beradu di peraduan

——

siang melejang hati nan jalang
surya rambah tubuh kasmaran
timbun peluh gelegak telentang
bidukku..puncakku…
menerjang telanjang..

Nirwana

Kurasa pagi serupa kesejukan nirwana
Mata air dewa, embun jiwa percikkan rasa
Direlung, disanubari
damba terwujud bagai semilir senjakala

Biar kuterpesona bidadariku..
Pualam dihatiku, putih tak ternoda,
terlukis indah kabut mesra seutas nama
kesejukan terlaksana,
kala kumenyebutnya sebuah cinta

Di pagi serindang pilar-pilar surga
Kusahut dirimu dekap nuansa
Ditiap kesejukan mata air dewa
Matahari menyambutmu bagai purnama


Yogyakarta, 25 July 2008

01.00 WIB telepon pertama si Bawel:
“Happy Birthday sayang…”
suara ngantuk terdengar disana… hehehe…
there’s a rule beetween us.. ga boleh keduluan orang lain ketika ngucapin birthday.. :)
(she should be with me at the moment, but unfortunatelly…she’s got the busiest job in the world today)

06:42 WIB SMS pertama dr Malla
“Met ultah ya Mas Unt, semoga sukses dalam segala hal dan tercapai semua impian”

Kemudian dilanjut SMS beruntun
Nee, Elsa, Lia, tp ada juga yg mesti diingetin (payah ya..) tak terkecuali
Nina, sobatku yg baru punya babygirl April lalu..Christabelle.

“Cbelle (Christabelle).. om kamu ultah today, mama kamu ga inget tuh..:p” bunyi SMSku.  Lucunya, doi balesin pake MMS foto Cbelle yg lagi belajar merangkak plus text :

“Waduh maap ya om, mami emang remindernya ngaco, Happy Birthday yah om, mungkin akhir tahun kita ke Yogya”

Hahahaha…andai yg ngomong itu Cbelle beneran, pasti lucuu bgt…tp masak iya sih 4 bulan bisa ngomong kekekeke…

Lalu masuk sms Lily, mamanya Vasya (ia) dan Kirana..
Lily itu sangat spesial…karena..
kami lahir di hari yang sama, tanggal yang sama, bulan dan tahun yang sama !!
So..actually, yesterday was a birthday for both of us :)) Berasa makin happy gitu ada temen ultah barengan.. Jadi kalo aku ngucapin ultah ke dia…”Happy
Birthday…for both of us” hehehehe..

Siangnya, jam 13:00 WIB
ada janji makan sama Malla, appointment has been made, Extra Hot yang
jadi sasaran, lanjut nonton Kung Fu Panda yg bikin ketawa sampe akhir..
:)
“Ulang Tahun skrg apa harapannya Mas ?” tanyanya.
bingung aku jawabnya…tp langsung keluar bahasa diplomatis (hehehe)

“Yaa..yg penting sehat aja selalu, misalkan harapannya punya duit
banyak sekalipun kalo sakit-sakitan terus ya bakalan abis, trus.. biar
sukses deh..dan married :p”

Ngomong-ngomong soal Kung Fu Panda,  ada pepatah yg dicapkan Master Oogway yang pas banget dengan tema hari itu :

“Yesterday is History, Tomorrow is a Mystery, and Today is a Gift”

kemudian dilanjut frase yg ga kuhafal…tetapi intinya begini :

Hari ini (present) = present (hadiah)

So…
ketika
kita masih bisa ketemu matahari, menghirup udara sejuk yang gratis,
melangkah di tanah yang basah, merasakan tetes air hujan ataupun
lembutnya desiran angin…..semuanya adalah berkah. Karena seringkali
kita lupa…..bahwa setiap hari kita diberkati tanpa kita sadari…..

Sorenya buka FS & MP..
Thanks
to Debby, Evi, Rieanne, Judith, Rini, Rere, Eta, Susi, Shinta, Neta,
Ria, Jeng Anthy, Nonny, Desi, Yanti yang udah pada menuh2in testimoni
FS (hehehe…) Buat Wara, Susanna, Iin, mbak Yayuk, Siwi buat messagenya. Juga buat mbakyuku Sri Sarining, Dian, Ayee, Andi, Andri di MP. Juga Robby yang bela-belain telp buat ngucapin birthday, thanks ya Robb ! :))

As you may know… i have no siblings in my family. Im the only one child.
Ketika lagi birthday gini…jadi makin kentara saja bahwa meskipun aku sendiri… i feels like always surrounding by all my beloved friends :)

Thanks my friends…
all of you !

Kepada siapa kita bertanya
tentang rumput yang menghijaukan rumah hati kita?
atau bunga-bunga bermekaran yang menyertainya?
Sedangkan rindu tetap setia
menyelimuti bianglala cerita bathin kita..

Lalu..
seringpula pula kita berkata kepada malam..

"sayang, aku bintang yang berpijar diatasmu"

namun malam-malam pun tetap tersenyum sunyi
tanpa bicara namun mengiyakan..
bahwa kilau bintang, cahaya rembulan dan berikut kejoranya..
adalah wujud cinta setiap kita bertanya mengapa..

Belenggu Hati

Kupenuhi bathinku saat kupeluk matahari seolah kurengkuh dirimu..
Ditepian bibir waktu yang merayap pelan menuju kalbu..
Sisakan semburat jingga..

di sisimu yang meronai hati, menggelora. mengalun sungguh di pantaimu..

Lalu aku pun terhempas…
tertelungkup pasrah..
diantara gelombang yang menjilati bathinku…

Kini..
tak henti kubiarkan kuciumi kisi-kisi langit..
Kala senyum menghamburkan terpanah pesona diragamu..
Lalu takluk bersemayam damai ditiap relung bilik hatiku..
Pada setiap kata yang kutuang..
Pada setiap kasih yang kurendam..
di cangkir mesra buih-buih cintamu…

Purnama

Kujelang malam merayap pelan..
Senja menyulam kisi-kisi langit..
Bulan pun melejang
Intip senyumnya..
Merona dipipi kejora..

Perlahan temaram sunyikan gulita..
Melodi langit seirama kedipkan cinta..
Buai hati, tancap angan leburi rasa
Sendiri.. hati terpana..
Karena ditiap malam..
Senyum kasihmu terasa lebih purnama..

(19 Maret 2008)

Untai Untukmu

Derai rintik sahutku ditepi..
sandari syahdu bilik-bilik isi hati..

sesaat luruhi..
sebersit cinta menawanku bersemi..
sesaat taburi..
sekuntum asa rendamku menanti..

(9 Maret 2008)
——-

Secangkir senyum kauhadirkan selembut menawanku..
kucium rasa hati teramat manis..
ditepi bibir yang membuatku takluk..
dan kubersimpuh…
menjalar mencintamu..


Kau tulisi hati dengan pelangi..
warna warni elokmu..
sisipi melodi meronai kalbu..
Pun seirama degupku..
ketika mencandamu…
memelukmu didalam bathinku..

(11 Maret 2008)
—–

Sayup ragaku seduhi pesona..
terpatri rasuki lembar-lembar asmara..
purnai jiwa diteluk dahaga..
anggunmu..cintamu…
telanjangi aku tanpa rambu..
dipenghujung surgaku..

(13 Maret 2008)
——


Cinta yang tulus di dalam hatiku
telah bersemi karena-Mu
hati yang suram kini tiada lagi
tlah bersinar karena-Mu


ohh…


biarkan hujan membasahi bumi
atau bulan yang tiada berseri
namun jangan kau biarkan cintaku
yang tulus suci hanya pada-Mu


semua yang ada pada- Mu ohh…
membuat diriku tiada berdaya
hanyalah bagimu untuk-Mu Tuhanku
seluruh hidupku


semua yang ada pada-Mu ohh…
membuat diriku tiada berdaya
hanyalah bagimu untuk-Mu Tuhanku
seluruh hidup dan cintaku


ohh…


cinta yang tulus di dalam hatiku
telah bersemi karena-Mu
hati yang suram kini tiada lagi
tlah bersinar karena-Mu


semua yang ada pada-Mu ohh…
membuat diriku tiada berdaya
hanyalah bagimu untuk-Mu Tuhanku
seluruh hidupku


semua yang ada pada-Mu ohh…
membuat diriku tiada berdaya
hanyalah bagimu untuk-Mu Tuhanku
seluruh hidup dan cintaku


ohh…

Innalillahi wa Innailaihi Rojiun, selamat jalan Gito Rollies, suara
khas dan pribadi yang tak terlupakan. Insya Allah khusnul khotimah.
Amien.

Tamu Istimewa 27 Desember 2007, Ya… Sis Winnie berkunjung setelah aku kelelahan merayunya selama 2 tahun tuk napak tilas kenangan 8 tahun lalu di Yogya. Lalu ditariknya aku ke Ramayana Ballet Prambanan. Wuihhh… Matur Nuwunnnnn Buangetttttt Siss !! Karena..meski orang Yogya, baru kali ini dikasi kesempatan nonton Ramayana Ballet!! Ngisin-isini..Hehehe…

Yah begitulah, hujan yg turun pun tak menyurutkan lajuku ke Melia Purosani, meski sesampainya disana omel-omelan mbakyuku yang satu itu keluar.. hehehe.. Ya ya, aku telat 15 menit..

“You ruinss my moodddd…” ungkapnya kesel..

“I’m sorry sis..just blame it to the rains” sahutku ngeles.

(masih cantik dia, sama spt 8 thn lalu :)

Berikut oleh-olehnya :

Dsc03097e
Dsc03098e
Dsc03099e
Dsc03100e

Dsc03101e
Dsc03106e
Dsc03107e
Dsc03110e

Older Posts »