Absensi Hati
September 30, 2007 by soultosoul
Suatu ketika Arjuna mengeluh kepada istrinya, Sumbadra..
"Diajeng..dulu jika aku chatting lewat Yahoo tiap sore, ngobrol cekakak cekikik denganmu tiap detik, atau goda-goda centil kepadamu waktu itu, itu semata-mata karena nemeni kamu, diajeng..
Tapi semenjak diajeng pindah istana, dengan fasilitas yang tambah oke namun ditambah kerjaan yang makin sibuk, diajeng jadi ga pernah online. Akibatnya, aku jadi nemenin orang-orang, meski orang-orang itu belum tentu bisa nemenin kakandamu ini diajeng….. sepi tenan atiku.."
"Lho, tenane kangmas ? Bukannya masih ada kolega kangmas yang lain?" tanya Wara Sumbadra.
"Emang iya ada, paling-paling aku ngobrol sama Setyowati yang lagi hamil itu, memang cuman dia temen yang setia, kalo ndak ada dia bisa tambah runyam atiku.."
Namun Wara Sumbadra mendadak mrengut.. wajah cantik putihnya tiba-tiba kusam sesaat.. mata indahnya tiba-tiba penuh selidik
"Setyowati? (jangan-jangan…) tapi adindamu ga akan dimadu lagi tho kangmas ?" tanyanya penuh harap.
"Ealahhh..ya tidak, kamu aja satu gak habis-habis…wis bawel, cantik, lucu, sabarrr tenannnn, ga ada duanya
"
"Kenapa adinda nanya begitu ? Cemburu ya ?" goda sang Arjuna kemudian.
"Ah engga, ngapain cemburu, wong aku yakin dia pasti juga ga mau" sahut Sumbadra sambil tertawa kecil.
Arjuna nggondok..dikerjain bininya yg cantik nan semohai itu..
Tapi dalam hati dia mesem, dia sadar bahwa dalam sebuah jalinan cinta, baik yang telah sah di KUA maupun yang masih yang-yangan , ada sesuatu yang tak bisa dinilai dengan mata uang, tak bisa dinilai dengan kekuasaan ataupun materi lainnya… yaitu arti dari sebuah.. Kehadiran
Meski lewat guyonan kecil, meski lewat sebatas kata, terlebih-lebih jika tetap hadir didalam hati..
—————
Javanologi
mrengut = cemberut
mesem = senyum
yang-yangan = pacaran
nggondok = kheki