Feed on
Posts
comments

Tentang Yu Soimah

P1030703
Entah berapa ratus orang yg tersihir Soimah Pancawati, tak hanya lelaki tetapi juga perempuan, seperti juga diriku yang sampe beberapa kali kusahut namanya disini karena begitu termangu-mangu bathinku melihat perempuan satu ini ketika berkarya, menari, menyinden, menjadi mc, nembang campursari, main ketoprak, ataupun melawak. Edannn…bakat yg luar biasa diselingi ketawanya yg nggilani dan gayanya yg selalu javanese kenes, dipadu suara yg merdu, tarian yg gandes luwes, plus kecerdasan perempuan satu ini menangkap kata untuk sekedar membanyol saat menjadi MC maupun diketoprak. Menakjubkan !!!

Wis lah… semakin cinta sama budaya sendiri kalo gini..
Tentu bukan karena Soimah semata, tetapi karena gaung rasa yang luar biasa ketika masih ada manusia-manusia muda yang rela "menyerahkan" hidupnya untuk budaya negeri… Lha iya toh ?

  • foto taken from Taman Utan Kayu Int’l Literary Biennale - Magelang 28-30 Agustus 2007

Kusapa Senyap Suatu Kali

Begitupun kita sering tak paham dengan setapak yang ditempuh masing-masing..
ataupun resah ilalang yang tersibak ketika kita melewatinya..
hanya saja..jika perdu-perdu itu riuh tuk merindu..
bukan salahku aku tak bisa menodai hati..

dan jikalau asa memuncak lalu sergapku di lamunan…
aku paham..
aku hanya bisa mencuri senyap ditengah gerimis sang hujan..

00:27 WIB
18/12/07

For Whatever It Takes..

Seribu cemara pun mendesah menyatukan tanah yang tlah terasa basah malam ini..

Ya…diluar sedang rintik, sayang…

entah serintik bathinku yang kini di rerumputan salju..
atau serintik hatimu yang tak jua meramu…
tapi…
sungguh rintik itu membuatku sendu…

Dan tak cuma sekali kumenghitung jari jemari waktu..
Namun seperti katamu pagi itu..

"Cinta bukanlah soal menghitung hari-hari yang tlah kita lewati..
melainkan membuat hari-hari itu berharga.."

Senyuman

Seorang kawan bilang bahwa dia menyukai diriku saat aku tersenyum.. Meski sesunguhnya tak pernah kudapati apa yang menarik dari senyumku, selain bahwa aku memang jarang tersenyum, dan senyumku menjadi satu-satunya yang indah dibalik wajah dingin yang seringkali kujejalkan tiap hari…tiap detik…tiap waktu…

Lalu kusadari aku juga menyukai senyum-senyum orang lain…
Aku suka senyummu Nin..
Aku suka senyummu, Ly..
Aku suka senyummu, Yu Soimah.. (tentu saja)
Aku suka bgt senyummu, Sa..
Apalagi senyummu Fik… :)
Dev, Hana..dan senyum-senyum melelehkan hati lainnya…

Bahwa ketika sebuah senyuman bisa merubah suasana hati… maka selayaknya memang lebih sering kukembangkan senyum-senyum yang jarang hadir ditiap waktu..

Namun hanya saja..
Ketika kau dapati dunia yang tak sempurna..
hidup yang tak adil..
cerita yang tak menyenangkan
dan kegilaan yang membahana..

Corrupt, Hypocryt, Fanatic, War Criminal, Human Eksploit, Agressor, Injustice, Moral Decadence..

Apa yang pantas disenyumkan ?

Maka, aku memilih tak selalu tersenyum dimata mereka…
namun selalu senyum didalam hati… :)

Absensi Hati

Suatu ketika Arjuna mengeluh kepada istrinya, Sumbadra..

"Diajeng..dulu jika aku chatting lewat Yahoo tiap sore, ngobrol cekakak cekikik denganmu tiap detik, atau goda-goda centil kepadamu waktu itu, itu semata-mata karena nemeni kamu, diajeng..
Tapi semenjak diajeng pindah istana, dengan fasilitas yang tambah oke namun ditambah kerjaan yang makin sibuk, diajeng jadi ga pernah online. Akibatnya, aku jadi nemenin orang-orang, meski orang-orang itu belum tentu bisa nemenin kakandamu ini diajeng….. sepi tenan atiku.."

"Lho, tenane kangmas ? Bukannya masih ada kolega kangmas yang lain?" tanya Wara Sumbadra.

"Emang iya ada, paling-paling aku ngobrol sama Setyowati yang lagi hamil itu, memang cuman dia temen yang setia, kalo ndak ada dia bisa tambah runyam atiku.."

Namun Wara Sumbadra mendadak mrengut.. wajah cantik putihnya tiba-tiba kusam sesaat.. mata indahnya tiba-tiba penuh selidik

"Setyowati?  (jangan-jangan…) tapi adindamu ga akan dimadu lagi tho kangmas ?" tanyanya penuh harap.

"Ealahhh..ya tidak, kamu aja satu gak habis-habis…wis bawel, cantik, lucu, sabarrr tenannnn, ga ada duanya :) "
"Kenapa adinda nanya begitu ? Cemburu ya ?"
goda sang Arjuna kemudian.

"Ah engga, ngapain cemburu, wong aku yakin dia pasti juga ga mau" sahut Sumbadra sambil tertawa kecil.

Arjuna nggondok..dikerjain bininya yg cantik nan semohai itu..
Tapi dalam hati dia mesem, dia sadar bahwa dalam sebuah jalinan cinta, baik yang telah sah di KUA maupun yang masih yang-yangan , ada sesuatu yang tak bisa dinilai dengan mata uang, tak bisa dinilai dengan kekuasaan ataupun materi lainnya… yaitu arti dari sebuah.. Kehadiran
Meski lewat guyonan kecil, meski lewat sebatas kata, terlebih-lebih jika tetap hadir didalam hati..

—————
Javanologi
mrengut =
cemberut
mesem =
senyum
yang-yangan =
pacaran
nggondok = kheki

And it’s everday..

Sore..ditepi pantai hari itu..

"Sayang..seperti apa cintamu itu ?" bisikmu dibibir senja yg kian merona..

Kutersenyum..
kulekat bulir matamu mesra…
tak kulepas..sedetikpun jua..
lalu kujawab..

"Kau tau kenapa aku menyukai laut, sayang ?"
"Karena musim berubah, manusia berubah, tetapi air laut tidak.
Dan seperti itulah aku mencintaimu, dalam..dan tak pernah berubah"

Hmm..aku mencintai separuh jiwaku..
bidadari bumi..

meski tlah sering kuberbisik di hari-hari..

"Somewhere honey.. beetween our laughs, long talks, stupid little fights, and all our jokess….I feel in love.."

"And it’s everday.."

Mata Dewa


atau karena kita terbiasa terbenam
mengejar mata dewa di pesisir dermaga..
hingga terlena bahwa sang mata kembali diufuk pesona..

(Unt - 11/9/07)

A good friend ??

Now i ask you a question..
what’s the meaning of a good friend for you ?

  1. Someone that will always be there for you all the time..?
  2. or a someone that will always be there for you whenever they just need you?

Think !
think…
think..

and now i understand what’s the meaning of a good friend !

Kenal sebulan, 6 bulan, setahun, tiga tahun…
There’s no guarantee they will become a good friend for you.

Ohhh..God,
im so mad about it!

Mhhhhhhhhh…..

Malam itu…

"Sepantasnya bibirmu mengakhiri apa yang dimulai jari-jarimu.." bisikmu melawan hening..

Aku tersenyum..
Tak sanggup bicara…
kunikmati saja lumatan berpadu dibibirmu..
..sangat lembut..
…dan melenakanku…

Sedang diluar, banyak pria bodoh memilih bibir botol tuk menghangati dirinya..
Tapi aku tidak..
Aku pilih bibirmu
Hanya karena jemariku bersalah…
tlah meraihmu…
……………………………………

"Mhhh…kau tahu sayang, aku mengendarai awan.." ucapku lirih ditelingamu..
"Ya…awan yang kan membawamu kepuncak tertinggi.." sahutmu..

Kumengangguk..
kugeluti ragamu..

Lalu yang terjadi..
adalah misteri..
dikala lenguh menyatu, geliat naluriku…
berpacu melejang peluh…menyontak gairahku..
sahut sejenak tenggelam..
terhanyut..
tersapu..
didalam sunyi..
dibelantara malam….

Cumbu Di Tepi Jalan

Atau ditepi jalan itu,
kita terdiam mencuri waktu.
Sedang diteluk, hati jiwa merindu.
Tatapmu, senyummu, sempurnai ragamu.

Lalu ditepi jalan pula gayung bercumbu.
Labuhkan rasa dermagamu,
di tiang tertinggi asmaramu.
Walau tawa tak lagi riuh kekasihku…
pastikan rinduku lekati hatimu.

« Newer Posts - Older Posts »